Paper V. Geografi dalam Kehidupan Manusia

   Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu gêo (Bumi) dan graphein (tulisan atau menjelaskan).
   Regional yaitu wilayah yang jelas teridentifikasi meskipun sebenarnya untukwilayah tersebut relatif tergantung konteks waktu selain itu unsur yang mendorong identifikasi diri adalah secara sejarah dan juga geografisnya serta aktivitas yang dilakukan terutama di bidang ekonomi.
J   adi geografi regional indonesia ialah suatu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah tertentu baik secara lokal, negara maupun wilayah yang luas seperti benua. Geografi Regional mempelajari hubungan yang bertautan antara aspek-aspek fisik dengan aspek manusia dan kaitan keruangan di suatu wilayah/region tertentu.

A. Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Selain diselidiki berdasarkan unsur etimologisnya, para ahli yang berkecimpung di bidang ilmu geografi pun turut memberikan definisi geografi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Geografi Menurut Bintarto
Prof. Bintarto mendeskripsikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan sebab-akibat mengenai gejala-gejala yang terdapat di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup sekaligus permasalahannya yang diselidiki melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, serta kesuksesan pembangunan.
3. Pengertian Geografi Menurut IGI (Ikatan Geografi Indonesia)
Hasil seminar dan lokakarya IGI di Semarang tahun 1988 merumuskan pengertian geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan, dan perbedaan fenomena geosfer melalui sudut pandang kewilayahan, serta kelingkungan dalam konteks keruangan.
4. Pengertian Geografi Menurut Erathostenes
Geografi merupakan penggambaran atau penulisan mengenai bentuk muka bumi.
5. Pengertian Geografi Menurut Claudius Ptolomaeus
Geografi adalah suatu bentuk penyajian melalui peta mengenai sebagian dan keseluruhan bentuk muka bumi.
6. Pengertian Geografi Menurut Basri Mustofa
Geografi merupakan ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, penduduk, iklim, flora, fauna serta hasil-hasil bumi.
7. Pengertian Geografi Menurut Harstone
Geografi adalah sebuah ilmu yang menampilkan realitas diferensiasi muka bumi seperti apa adanya, tidak hanya membahas perbedaan-perbedaan pada aspek tertentu, tetapi juga kombinasi dari keseluruhan fenomena di setiap tempat yang tentunya berbeda dari tempat lain.

B. Konsep-Konsep Geografi  Yang Sering Digunakan

Konsep geografi merupakan sekelompok fenomena yang digunakan untuk menyelidiki atau menggambarkan berbagi gejala dan fenomena yang sama.
Konsep-konsep yang terdapat dalam ilmu geografi di antaranya adalah:
1. Konsep Lokasi
   Konsep yang digunakan untuk menyelidiki fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi lagi ke dalam dua kategori, yakni lokasi absolut dan lokasi relatif. Konsep lokasi absolut berkaitan dengan letak garis lintang dan bujur, yang bersifat tetap. Sementara konsep lokasi relatif membahas letak geografis atau daerah yang berada di sekitarnya, misalnya letak wilayah Indonesia yang berada di antara Benua Asia dan Australia.
2. Konsep Jarak
   Konsep yang digunakan untuk menghitung panjang lokasi maupun waktu antara dua lokasi atau dua objek. Konsep jarak biasanya berkaitan erat dengan aspek sosial dan ekonomi. Konsep ini kemudian dibagi lagi ke dalam dua jenis, yakni jarak mutlak dan jarak relatif. Jarak mutlak merupakan ruang antara dua lokasi yang menggambarkan panjang antara dua lokasi dalam satuan meter maupun kilometer dan sifatnya tetap. Jarak relatif lebih berkaitan dengan lamanya perjalanan atau waktu tempuh dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
3. Konsep Keterjangkauan
   Konsep keterjangkauan digunakan untuk menentukan mudah atau tidaknya suatu lokasi untuk ditempuh. Konsep keterjangkauan masih bekaitan dengan konsep lokasi, jarak, serta kondisi tempat tersebut.
4. Konsep Pola
   Bentuk, struktur, dan penyebaran fenomena geografis di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun sosial. Salah satu contoh dari konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang mengikuti garis jalan raya atau aliran sungai.
5. Konsep Geomorfologi
   Berkaitan dengan bentuk permukaan bumi, seperti struktur batuan yang menyusun permukaan bumi Contoh konsep geomorfologi yakni wilayah Jakarta yang termasuk dataran rendah sedangkan Bandung merupakan dataran tinggi.
6. Konsep Aglomerasi
   Fenomena geografis yang mengelompokkan beberapa aspek fisik maupun sosial ke dalam satu struktur. Contohnya adalah pendirian kawasan industri dan pusat perdagangan.
7. Konsep Nilai Kegunaan
   Konsep yang berkaitan dengan potensi suatu wilayah yang dapat dikembangkan sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Contoh konsep nilai kegunaan yakni kondisi geografis Pulau Madura yang cocok untuk dijadikan kawasan tambak garam, namun tidak cocok untuk dijadikan ladang bercocok tanam sebab tanahnya kurang subur.
8. Konsep Interaksi Interdependensi
   Konsep yang menunjukkan hubungan ketergantungan antara dua wilayah untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing. Contohnya adalah desa sebagai pemasok tenaga kerja dan kota sebagai penyedia lahan pekerjaan.
9. Konsep Diferensiasi Area
   Perbandingan dua wilayah untuk ditemukan persamaan dan perbedaannya karena tiap wilayah memiliki ciri khas masing-masing. Contohnya adalah penduduk yang bermukim di wilayah pantai umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan bekerja sebagai petani.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan
   Konsep yang menunjukkan hubungan antar wilayah yang mendorong terjadinya hubungan sebab-akibat. Contohnya adalah kabut asap yang melanda Kepulauan Riau dapat dirasakan hingga Malaysia.

C. Ruang Lingkup Geografi Berdasarkan Lingkungannya

Dalam kaitannya dengan lingkungan, geografi mengkaji beberapa ruang lingkup lingkungan berikut ini:
1. Lingkungan Fisik (Physical Environment)
   Lingkungan fisik disebut juga sebagai lingkungan abiotik. Elemen-elemen yang terdapat dalam lingkungan fisik bersifat tak hidup dan memiliki peran sebagai penunjang kehidupan manusia. Contoh elemen yang terkandung dalam aspek lingkungan fisik adalah udara, tanah, air, dan sinar matahari.
2.Lingkungan Biologis (Biological Environment)
   Disebut juga dengan lingkungan biotik, ruang lingkup lingkungan biologis meliputi unsur-unsur yang hidup di sekitar lingkungan seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.
3. Lingkungan Sosial (Social Environment)
   Segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang diwujudkan melalui tindakan dan aktivitas, baik berhubungan dengan lingkungan maupun dengan hubungan antar manusia.

D. Objek Geografi Secara Material dan Formal

1. Objek Material
   Objek material dalam ilmu geografi berkaitan dengan fenomena yang terdapat di permukaan geosfer, yakni bentang lahan fisik dan budaya. Bentang lahan fisik meliputi atmosfer (meteorologi dan klimatologi), litosfer (geologi dan geomorfologi), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), serta biosfer (zoologi dan botani). Sementara, lahan budaya manusia terdiri dari geografi sosial, geografi penduduk, geografi ekonomi, dan sebagainya.
2. Objek Formal
Objek formal merupakan objek material yang dikaji melalui sudut pandang geografi. Cara pandang terhadap objek material tersebut dapat dilihat melalui segi lingkungan, ruangan, kompleks wilayah, dan waktu.

Sumber :

Komentar